Musk Perfume

2022 Kata

Smartphoneku berdering di sana. Aku hanya bisa meliriknya di antara uap panas ini. Suara yang dihasilkan oleh bibir Joshua mengusik telinga dan memenuhi pikiranku. Joshua masih terus menahanku di pelukannya sambil menciumku. Dari bibirku ke pipi. Pindah ke telinga. Turun ke leher. Naik lagi ke rahang. Lalu pipiku yang satunya. Keningku. Lalu kembali ke bibirku. Joshua benar-benar tidak berhenti. Tanganku sudah membatu mencengkram kemejanya hingga kusut. Kami berdua sudah duduk di lantai oleh karena lututku yang lemas. Ada sesuatu yang berdesir di d**a dan perutku yang membuatku sulit melawan. Tubuhku semakin lama semakin memberikan izin pada Joshua untuk berbuat lebih dan aku sangat membencinya. "Jo, stop-" "No" Air mataku berjatuhan lagi menahan malu dan debaran jantungku yang semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN