Obat K

1132 Kata

"Huft!" Laki-laki ini merebahkan tubuhnya setelah berhasil mendaki puncak tertinggi. Keringat membasahi tubuh dua orang ini. Tan yang sempat menolak akhirnya pasrah. Ia tak bisa memungkiri jika suguhan yang diberikan suaminya ini lebih enak dari pada Sag. "Sudah ku bilang jangan! Tapi, masih juga ngeyel," celetuk Tan. ''Bukankah ini sangat enak dan nagih? Jadi mana mungkin bisa menolak," ucap Band Tan. "Memang enak, tapi kamu tahu sendiri jika aku kehabisan banyak tenaga. Awalnya aku ogah, karena lelah. Tapi, kamu godain dan serang aku terus," sahut Tan. "Lisan mu menolak, tapi tubuh mu pasrah! Sama saja kamu juga mau ku ajak begituan," kata Band. "Aku terpaksa mengikuti mu. Coba pikir bagaimana bisa menolak jika tubuh ku selalu kamu sentuh. Jelas saja rangsangannya bereaksi. Kini a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN