"Iyem!" Zanitha berteriak dengan keras memanggil asisten rumah tangga di rumah ini. Wajah ibunya Sag tegang, tak ada senyum ramah sedikitpun. Ia di depan pintu rumah dengan menolah-noleh mencari seseorang. Seorang perempuan ke luar dari pintu sebelah. Ia berlari menghampiri nyonya yang belum terlalu tua. "Njih, Nyonya," sahut pembantu rumah ini. "Wow, dasar pembantu!" ibunya Sag memukul bahu perempuan yang sudah menghampirinya dengan tergesa. "Lama banget, baru keluar. Tidak dengar, kalau gua panggil?" Meringis menahan sakit, "Aduh." Ia memegang bahu yang terasa panas bekas pukulan majikan. "Ampun Nyonya! Bukannya saya tidak mendengar, tapi saya lagi nanggung. Tadi masih membereskan dapur dan tangan saya kotor. Jadi saya hanya sebentar pergi untuk mencuci tangan. Setelah itu, saya l

