Bau Parfum

1217 Kata

Queeny sibuk merapihkan baju-bajunya di kamarnya. Pintu diketuk, dan Sarifah memasuki ruangan. "Sayang, lagi beres-beres?" tanya Sarifah, mendekati Queeny. "Iya, Umi." Queeny tersenyum simpul. Sarifah melibatkan kedua pundak Queeny dalam pelukannya yang hangat. Suara lembut Sarifah terdengar, "Semoga keputusanmu kali ini tidak salah, Nak. Umi harap Queeny bisa bahagia." Sarifah melonggarkan pelukannya dan duduk di samping Queeny. Wajahnya penuh perhatian, mencerminkan harapan yang mendalam untuk kebahagiaan Queeny. Queeny tersenyum, "Makasih, Umi. Queeny juga berharap yang terbaik." Mobil Queeny dan Yusuf berada di depan rumah, siap untuk memulai perjalanan menuju Jakarta. Kesedihan tergambar di mata Agung, Malik, dan Sarifah saat mereka melepas Queeny pada Yusuf. Sebelum berangkat,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN