Langkah Agung mempercepat dan ia tiba di hadapan Malik, tubuhnya hampir tersungkur di hadapan sang ayah. "Abi, maaf aku terlambat," ucap Agung, suaranya penuh penyesalan. Malik tersenyum seraya mengelus kepala Agung, "Sudah tidak apa-apa, yang penting kau datang." Queeny menyambut Agung dengan senyum hangat, tetapi ekspresi wajahnya terlihat kecemburuan. "Aku yang anak kandungnya aja cemburu, sampe segitunya Abi sama kamu, Gung!" sindir Queeny pada Agung. Agung tertawa, "Hahah, aku kan orangnya baik. Orang-orang kalau udah kenal sama aku pasti akan sayang, eh nyaman!" "Queeny, kamu yakin sama keputusan kamu?" Agung bertanya, menyiratkan kekhawatiran. Queeny mengangguk. Agung memegang pundak Queeny, "Kali ini jangan sampai ada perceraian lagi ya, kalau ada apa-apa kamu hubungi aku!

