Cerita ini terinspirasi dari lagu “Day6 – Congratulations”
Maaf jika ceritanya kurang bagus. Selamat membaca
---
Hari demi hari berlalu. Aku rasa sudah cukup bagi kita untuk menenangkan pikiran. Ku coba menghubungimu tetapi hanya suara operator yang terdengar. Aku berpikir mungkin saja kau sedang sibuk. Aku melanjutkan pekerjaanku. Menatap laptop, membaca dokumen penting tapi hanya kamu yang mendominasi pikiranku.
Pikiranku teringat kejadian waktu itu. Kejadian satu bulan lalu ketika kita bertengkar hebat. Pertengkaran dalam hubungan merupakan hal biasa yang terjadi. Tetapi waktu itu benar-benar membuatku geram. Kita pun memutuskan untuk berpikir sejenak. Solusi apa yang tepat untuk pertengkaran ini. Kita pun memutuskan untuk instropeksi diri dan beristirahat untuk sejenak. Dan tak bertemu untuk beberapa saat.
Hingga satu bulan berlalu, aku merindukanku. Ketika kita bertemu nanti aku akan memelukmu.
Seusai dengan pekerjaan kantor, aku coba menghubungimu lagi. Lagi dan lagi hanya suara operator menyebalkan yang terdengar. Aku pun memutuskan untuk pergi ke kos tempatmu tinggal.
Ku gunakan motor kesayanganku, yang biasa kugunakan untuk membonceng mu.
Ketika perjalanan ke tempatku, tak sengaja aku mendapati penjual martabak manis. Aku berhenti dan memesan 2 bungkus. Sembari menunggu pesananku, aku mencoba untuk menguhungimu lagi. Tetapi tetap tidak bisa. Aku berpikir apakah nomor telefonmu berganti atau tidak.
Martabak manis yang ku pesan sudah jadi, aku pun langsung menuju ke tempatmu. Sesampainya disana aku mencoba bertanya kepada seseorang yang baru saja keluar. Kutanyakan apakah engkau ada didalam apa tidak. Jawaban dari orang itu membuatku kaget. Ternyata kau sudah tidak berada disini. Ketika aku bertanya kau pindah kemana, orang yang ku tanya pun tidak tahu.
Lantas aku harus mencarimu kemana. Bahkan kau saja tidak mengangkat telefonku. Ada apakah ini.
Kau tidak mungkinkan meninggalkanku tanpa kabar sama sekali. Padahal kita masih ada suatu ikatan.
Malam ini ada pasar malam. Aku jadi teringat kau yang suka sekali berjalan-jalan di pasar malam. Menaiki beberapa wahanan dan membeli beberapa camilan. Aku memutuskan untuk pergi kesana nanti malam. Semoga kita bertemu. Karena sudah seminggu berlalu, tapi kau masih tidak ada kabar.
---
Setelah memarkirkan motor, aku pun lasngung masuk ke pasar malam. Melihat banyaknya lampu yang berwarna-warni menambah keindahan ketika malam. Aku berjalan sembari bernostalgia kejadian masa lalu.
Hingga aku menemukan penjual kembang gula kelapa, jajanan kesukaanmu. Aku tersenyum. Rasannya ingin segera bertemu denganmu.
Tanpa sengaja tatapanku tertuju ke wanita yang memakai hoodie berwarna merah muda. Hoodienya seperti milikmu. Ya karena model hoodie yang seperti itu tidak hanya satu. Hingga aku pun melihat wajah wanita itu. Tatapanku terkunci. Wanita itu terlihat tertawa bahagia sembari berbincang dengan seorang lelaki disampingnya yang tak kutehaui siapa itu. Bahkan dua tahun kita menjalin hubungan aku sangat tahu siapa saja saudaramu karena kau sendiri yang mengenalkannya kepadaku
Dadaku terasa seperti tertekan oleh sesuatu. wanita itu adalah engkau yang ku cari sedang bermesraan dengan lelaki lain. Bahkan kau tak segan ketika lelaki itu memeluk dan menciummu.
Aku hanya terpaku ditempatku. Apakah ini hanya ilusi atau ini memang benar terjadi dihadapanku. Aku melihatmu yang terlihat bahagia disampingnya
Aku tersenyum sinis. Jadi ini balasannya. Balasan dari aku yang menunggumu selama satu bulan ini.
Aku teringat ketika kau mengucapkan untuk beristirahat sejenak. Aku mendengar itu. Aku memahaminya. Kita memang harus meluangkan waktu untuk berpikir sejenak.
Bagaimana bisa kamu menginjak harga diriku seperti ini?
Hingga tatapan kita bertemu. Kamu menatap mataku dan semakin membuatku tidak percaya. Apa mungkin kau sudah lupa tentangku? Apa mungkin dalam waktu bahkan hanya satu bulan kau mendapat cinta baru?
Dengan langkah pasti aku pergi dari tempat itu. Meninggalkanmu dengan lelaki tersebut.
Bahkan diperjalanan pulang, kau masih saja mendominasi pikiranku. Aku bertanya-tanya. apakah lelaki itu lebih baik dariku?
Apakah dia yang membuatku lupa tentangku?
Ya, kebahagiaanmu adalah yang terpenting. Bahkan selama 2 tahun kita menjalin hubungan aku selalu menjadikanmu prioritas pertama bagiku setelah ibuku sendiri.
Jikalau memang dia yang terbaik untukmu, maka aku akan melepaskanku. Semoga kau selalu bahagia bersamanya. Tidak. Aku tidak mau berbohong seperti ini. Buat apa aku mendoakanmu bahagia bahkan ketika kamu yang meninggalkanku tanpa sebab seperti ini. Permasalahan kita bahkan belum selesai. Kita bahkan belum berbicara untuk menyelesaikannya.
Apakah sebenarnya kau telah mendapat cinta baru bahkan ketika kita masih bersama. Aku ingin sekali berteriak kepadanya. Ini sangat menyakitkan. Rasanya sesak sekali.
Kamu benar-benar wanita yang sangat hebat. Kau menjebakku dengan kata menunggu dan hanya kau saja yang menikmati kebebasan.
Aku tidak tau seberapa bahagianya kamu tanpaku. Mulai sekarang aku tak akan mengharapkanmu lagi. Pergilah menjauh dariku, pergi padanya seolah engkau tak pernah jatuh cinta kepadaku.
Selamat untukmu yang telah membuatku hancur.
---
Tiga tahun berlalu. Aku mendapat kabar kau telah menikah dengan lelaki tersebut. Aku sudah melepas semuanya. Semoga engkau bahagia bersamanya. Dan aku pun akan bahagia dengan jodohku nanti.
---
Terima kasih buat semuanya yang sudah membaca ceritaku.
Jika ada salah kata mohon maaf, dan koreksinya. Terima kasih