Hari hari terasa sangat menyenangkan sehingga tak terasa tahun pun sudah berganti dan kini sudah tahun kelima Agni dan Kirana membesarkan sang buah hati. Kaivan tumbuh menjadi seorang anak yang sangat tampan dan juga cerdas. Meski Kaivan masih berumur lima tahun, tetapi anak itu tak seperti bocah pada umumnya. “Kaivan, jangan terus kau di depan layar itu kalau tidak mama hancurkan sekarang juga!” satu ucapan Kirana mampu membujuk bocah penggila program komputer itu beranjak dari hadapan layar datar di ruangan kerja sang papa. “Tidak kah kau bisa memikirkan kata lain selain menghancurkan komputer itu Mom? Sungguh kasihan Dady harus membeli komputer lagi hanya karena mu memintaku makan.” ucapan menohok yang keluar dari mulut bocah kecil itu sungguh tak bisa di terima nalar. Oh Tu

