“Apa kamu tidak memiliki rasa cemburu terhadap ku?” suara Agni yang mengagetkan Kirana saat menyesap teh hangat yang sudah sedikit dingin itu. “Untuk apa aku cemburu? Buktinya kamu masih dengan ku saat ini,” santai dan seakan tak memiliki perasaan lebih selain kata aman sudah memiliki. “Kalau aku berhubungan dengan wanita lainnya, apa kamu juga tidak cemburu padaku?” Agni kembali menegaskan siapa dirinya bagi Kirana. “Aku akan sangat marah jika kamu bermain di belakang ku. Saking marahnya, aku tidak akan pernah mengizinkan kamu untuk melihat ku hingga matahari terbenam hari ini.” bukan terdengar seperti kata cinta yang menyejukkan, tetapi Kirana seakan melontarkan sebuah ancaman untuk Agni. Mata terbelalak mendengar ucapan Kirana, berharap jika dirinya tidak melakukan kesa

