Masih bocah, sudah bucin

1201 Kata

Agni menyampaikan apa yang terjadi saat meeting berlangsung tadi. Betapa terkejutnya Kirana mendengar putranya sudah sangat posesif akan miliknya. Sebenarnya hal ini sungguh tidak baik untuk anak seusianya.   “Ini semua ajaran kamu sayang,” Kirana merajuk.   “Kenapa jadi aku?”   “Kamu itu selalu posesif ke aku. Jadinya jangan kaget kalau anaknya ngikut.” Kirana mengupas buah jeruk untuk Agni.   “Halah alasan saja, mana dia sekarang?” Agni yang setelah meeting tadi tak lagi melihat buah hatinya pun merasa rindu.   “Lagi ikut jalan sama mama juga kak Bima dan kak Melati.” jawab Kirana singkat.   “Wah kesempatan ini.”   Suasana hening sejenak sebelum Agni kembali membuka celotehnya.   “Ran, kamu tau enggak ada yang besar tetapi bukan gunung?” tanya Agni serius.   “Matahari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN