Kak Hana benar-benar serius ketika mengatakan bahwa ia akan membawa Daru menuju rumah Mama. Maka ketika matahari sudah mulai naik menuju pucuk kepala. Mereka sudah masuk dalam satu mobil yang sama. Bersiap untuk meluncur ke rumah Mama. Bahkan mereka juga membawa bingkisan yang akan mereka berikan ke Mama. Sebagai tanda hormat mereka kepada perempuan yang telah melahirkan Daru dan Kak Hana. Daru menatap Kakaknya khawatir, jujur sebenarnya masih ada terbesit perasaan ragu. "Kita beneran akan ke sana kan Kak?" tanya Daru lagi. Siapa tahu memang Kak Hana masih ragu. "Jika memang Kak Hana masih nggak sanggup, kita bisa batalkan pertemuannya." tawar Daru. Kak Hana menggeleng, ia sudah meneguhkan hatinya untuk bisa datang ke rumah Mama. "Kakak sudah yakin akan ke sana, kita nggak akan perna

