Hana merasa sedikit lebih baik saat merasakan keramaian yang teman-teman Daru ciptakan. Mereka mewarnai sore yang cerah. Candaan dan segala celoteh mereka membuat Hana bisa merasa lega. Paling tidak mengalihkan pikirannya dari masalah runyam yang terjadi. Malamnya, saat Hana selesai makan malam. Ia duduk terpekur di kursi ruang makan. Hana sudah terlalu banyak tidur hingga membuatnya tidak bisa tidur lagi. Hana terduduk sembari menatap ponselnya yang sudah mati dua puluh empat jam terakhir. Hana sengaja mematikan itu untuk kabur. Sifat tidak dewasanya itu membuatnya berada di sini. Di kecemasan yang kembali timbul disaat semua orang mulai menepi. Jujur, Hana sebenarnya juga khawatir. Bagaimana kelanjutan karir adiknya ini. Semua orang sudah mengetahui rumor buruk itu. Tapi, rumor itu ti

