44. Bibir menempel itu apa?

1904 Kata

Arvin pun mengangguk setuju akan perkataan Vania. Ia tahu istrinya memang sengaja menyalahkan dirinya sendiri demi untuk membuat hati putra kecilnya sedikit luluh. Jadi tentu Arvin akan mendukung setiap ucapan dari istri tercintanya itu. "Bu... bukan Mama. Huaa... huaa juga bukan Papa huaa... hiks... huaaa," Lagi - Lagi pria kecil itu kembali menangis histeris membuat kepala Arvin maupun Vania serasa ingin pecah. Bahkan kedua sepasang suami istri itu sampai menepuk jidat mereka karena terlalu frustasi akan tingkah laku dari putra kecilnya itu. "Lalu siapa kalau bukan Papa dan Mama, Sayang? Beritahu papa dong biar Papa tidak semakin frustrasi akan tingkah dirimu ini?" Tanya Arvin yang semakin gemas akan tingkah laku Roy yang sangat cerewet habis. "Huaa... huaaa Papa," Lagi - lagi Pria ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN