"Lo aja yang duduk." "Gue pengennya berdiri." "Ck, ya udah gue duduk." Balder berdecak sebal sembari duduk di tempat duduk single di dalam bus. Seperti biasa mereka berangkat sekolah dengan menaiki bus kota. Sebenarnya Balder memberikan tempat duduk lebih dulu kepada Felix sebab dari kemarin hingga pagi ini Felix masih saja memasang muka masamnya. Balder paham kalai Felix sedang dilanda suasana yang tidak baik. Sekarang Felix berdiri di sebelahnya sambil tangannya memegang pegangan bus di atasnya. Dalam perjalanan tidak ada obrolan sama sekali, Balder memilih diam karena bukan pertama kalinya juga menghadapi sifat temannya dan membiarkan Felix bisa menetralkam emosinya. Dibandingkan dengan dirinya, Felix lebih mudah emosi dan sewaktu emosi selalu kurang fokus terhadap apapun. Ini mas

