"Ini makamnya?" tanya Abra pada Jessi. "Iya." Jessi mengangguk dan keduanya pun berjongkok di samping makam milik Jefra. "Jef." Abra mengusap lembut batu nisan bertuliskan nama adiknya Jessi. Jessi tersenyum menatap Abra yang tengah membersihkan makam adiknya dari dedaunan dan rumput liar di sekitaran makam adiknya dengan menggunakan tangannya langsung karena sapu lidi ada di dalam gudang yang terkunci dan penjaga makam masih belum ada di pemakamam umum tersebut. Setelah dibersihkan, mereka berdua pun mendoakan Jefra dan selesai berdoa barulah menamburkan bunga lalu terakhir menyiramkan air mineral ke makam adiknya. "Adek pasti seger deh habis dikasih air." Jessi tersenyum walau dalam hatinya merasa sangat begitu sedih sekali ditinggal adik kesayangannya pergi untuk selama-lamany

