22

2422 Kata

“Bangun.” Suara itu dengan dinginnya masuk ke dalam kuping Serena hingga membuatnya seketika terbangun dari tidur. Lucien berdiri di sana mengenakan pakaian santai namun rapi seolah ia hendak pergi. Jelas pria itu tidak berniat bekerja, dilihat dari pakaian yang sedang dipakai saat itu. “Bangun, turun dan buatkan aku sarapan.” Kening Serena mengernyit. Selama ia menikahi Lucien, belum pernah pria itu sekalipun meminta Serena membuatkannya sarapan. Sebelum ia sempat bertanya, pria itu sudah pergi keluar dari kamar itu. Serena tidak sadar berapa lama ia menangis semalam hingga akhirnya jatuh terlelap karena lelah. Jika Lucien tidak masuk dan membangunkannya, mungkin ia tidak akan sadar bahwa sekarang sudah pagi. Ia menoleh ke samping bagian kanan tempat tidurnya yang terasa dingin dan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN