Hari sudah pagi. Mentari pagi mulai memperlihatkan pesonanya memancarkan cahaya yang menyilaukan mata. Keira membangunkan suaminya yang masih terlelap di atas tempat tidur. Menatap wajah suaminya yang sangat tampan membuatnya tak pernah bosan untuk terus menerus memandangnya. Wajah yang nyaris sempurna yang mampu membuatnya selalu merasa jatuh cinta setiap harinya. “Sayang… bangun udah pagi,” ucap Keira dengan suara lembut. “Aku masih ngantuk Kei.” Dean bersuara serak khas orang bangun tidur. “Tapi ini sudah jam 6 pagi. Katanya mau jogging keliling kampung, eh keliling kompleks.” “Males.” “Ayolah Sayang. Aku sudah lama ga olahraga nih. Nanti badanku melar ke kiri dan ke kanan loh.” “Ga apa - apa yang penting aku cinta.” “Cinta sih cinta, tapi apa kamu masih mau kalau aku gembrot.”

