Keira menatap Dean yang tidur. Dia memperhatikan raut wajah suaminya menyentuh hidungnya yang bangir. “Sampai kapan kamu mau melihat aku terus Kei. Aku tau aku sangat tampan,” ucap Dean dengan suara serak khas orang bangun tidur. “Idiih, siapa juga yang melihat kamu. Aku tuh liat ilermu tuh.” Keira malu sendiri ketahuan menatap Dean. “Aku ga pernah ngiler Sayang.” “Aah masaaa… mana mungkin ga pernah ngiler.” “Iya bener. Aku manusia nyaris sempurna.” “Iya percaya deh. Manusia nyaris sempurna yang hanya takut sama mbak kunti.” “Sayang… jangan suka bercanda tentang makhluk yang tidak boleh dibecandain. Nanti kalau dengar terus muncul gimana?” “Nanti paling panggil Dean… Dean…” Keira berkata sambil menirukan suara bergetar menakut - nakuti Dean. Dean tersenyum. Dia paling tidak kalau

