EXTRA PART

887 Kata

Enam tahun kemudian...  Seorang ibu tengah sibuk memperhatikan kedua buah hati kembarnya yang tengah berlari kesana-kemari di taman. Sesekali ia bertetiak kepada kedua putranya yang bisa saja terjatuh saat berlarian, membuat seorang ibu begitu was-was melihat anak-anaknya terlalu aktif saat bermain.  "Ghaza, Ghoza, pelan-pelan sayang larinya," teriak Lenka kepada kedua putra  kembarnta yang berusia sekitar lima tahun itu.  Lenka menghela napas saat kedua anaknya menghiraukannya. Terlalu asik bermain sehingga teriakan dari sang ibu tercinta diabaikan.  "Aduh!" Lenka melotot saat melihat Ghaza selaku adik dari Ghoza yang berselisih lima menit itu terjatuh dan menangis. Segera Lenka menghampiri kedua putranya dengan perasaan khawatir yang berlebih.  "Astaga, sayang. Kamu nggak apa-apa,

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN