Aline mencoba berdiri dan mengetuk pintu, dia yakin Gerald masih di depan pintu gudang ini. Bayangan kaki Gerald masih jelas terlihat. Aline mengetuk pintu lagi. "Gerald! Buka pintunya!" Teriak Aline. Gerald hanya terdiam tidak menjawab. Dini hari seperti ini pasti orang tua dan adiknya sedang tidur, tidak ada yang mendengar teriakan Aline. "Tidak. Pembunuh harusnya dipenjara." Aline terdiam sejenak, dia bertanya-tanya dalam hatinya, apa benar bahwa dia memang pembunuh Julian? Jika memang dia, dia bersedia dipenjara daripada hidup di dunia yang selalu terbayang-bayang oleh Julian. "Iya, kamu benar. Buka pintunya dan bawa aku ke penjara sekarang juga." Dalam hitungan detik, pintu terbuka, bayangan Gerald dengan perut sixpacknya terlihat jelas. Aline menatap Gerald dengan mata tajamnya

