Bab 33

1031 Kata

"Aline, tenanglah. Tenang. Tenang. Lihat aku." Aline mendongakkan wajahnya, pipinya basah karena air mata yang tak kunjung henti. "Ada apa? Katakan kepadaku," ucap Ramdan. "Dahlia ... Dahlia di-di tabrak oleh mobil," ucap Aline. Ramdan membulatkan matanya terkejut, dia lalu mengambil hanphone Aline, Ramdan tak tau siapa Dahlia, tapi melihat Aline khawatir dan ketakutan, sepertinya Dahlia orang yang penting di hidupnya. Ramdan kembali menekan nomor yang tadi Aline hubungi. Hasilnya nihil. Hanya ada suara operator. "Dokter, ini kutukan Dok!" teriak Aline. Dia takut semua ini adalah kutukan. "Aline, kamu salah. Semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Tidak ada yang namanya kutukan. Tenang, ini bukan salahmu." Aline memejamkan matanya, dia mengikuti instruksi Ramdan untuk tenang dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN