Bab 20

988 Kata

Ini semua berawal dari sebuah perasaan, yang kemudian bertumbuh seperti harapan. Semuanya tiba-tiba menjadi bisu, kata-kata tak mampu melambangkan arti perasaan. Dalam sekejap, rasa itu tumbuh semakin dalam. Satu hentakan, semua perasaan berubah menjadi ledakan tangis. Ketika  mencoba untuk kembali, dia tiada. Dia telah pergi jauh. Sampai tak mampu lagi digapai, tak mampu merainya. Tanpa ada ucapan selamat tinggal, mencoba mengikuti cahaya kemana dia pergi, namun gagal. Bintang dalam kegelapan malam, menjadi saksi bisu pertemuan terakhir kita. Menunggu dia datang di setiap detiknya, menunggu dia kembali. Hanya bisa meringkuk, menutup mata mencari bayang dalam mimpi. Kapan? Kita bertemu lagi pada indahnya tawa dan senyuman. Sesuatu yang melingkar di jari nampaknya hanya menjadi ilusi. Kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN