BACAAA!! **** "Gue kangen sama lo, Kak. Boleh peluk gak?" kata Gisell dengan suara yang dia buat sedatar mungkin macam hantu. "Hah?" gumam Aldy menatap Gisell yang tersenyum menatapnya. Mata Aldy tak sedikit pun putus melihat Gisell di hadapannya, bahkan wajah mereka begitu dekat seolah ingin ciuman. Tangan kecil Gisell terus saja bergerak di pipi Aldy hingga ke rahangnya yang tajam. Terdengar nafas Aldy yang memburu dengan mulut yang berkali-kali menelan salivanya sendiri. "Pelukan, Kak. Gisell kangen banget!" ucap Gisell lirih dengan wajah yang masih bertahan tanpa senyum dan datar bagai setan belum dapat sajen. "D-dek. K-kak Al minta maaf kalau banyak salah, ta-tapi jangan bawa mati Kak Al ya. Kasihan Icha kalau Kak Al mati bisa dikawinin sama orang lain!" jawab Aldy yang semakin

