Athar dan Asya sudah berganti baju. Rambut Asya masih di balut dengan handuk. “Sya.. sebaiknya kamu langsung makan sarapanmu. Biar aku yang mengeringkan rambutmu” “hmm kamu pengertian sekali.. aku memang sangat sangat lapar. Terimakasih” ucap Asya dengan wajah gemas. Asya duduk di sofa kamanya. Makanan sudah tertata rapi di meja depannya. “sama sama sayang” Athar mulai membuka handuk di kepala Asya. Dan mulai mengerikan rambut istrinya dengan hair dryer. “nggg Pangeran?” panggil Asya di sela sela makannya. “hm?” “aku belum mengabari Mas Bima kalau kamu datang” Athar menghentikan gerakan tangannya. raut wajahnya berubah sebal. “kenapa harus lapor?” sungut Athar lalu lanjut mengeringkan rambut Asya. “yaa kan ini tempat Hanum saudara Mas Bima. Bagaimana pun dia yang menolongku dan m

