“Aku hanya tak ingin mengabaikan peluang yang Tuhan berikan, apa itu salah?” tanya Bee pada Deon yang mulai mempermasalahkan tentang keputusan sang gadis tanpa memberitahu dirinya, “itu naskahku, bukan milik Om. Memang OS punya andil. Tetap saja sebagai penulisnya aku ingin ada perubahan yang menyesuaikan, namanya adaptasi, tentu harus ada daya tarik yang lebih layak.” Bee hanya enggan menjadi sosok yang selalu didikte, dia juga menginginkan perkembangan sesuai kemampuan yang dimiliki. Bukan berdasarkan baying-bayang nama Deon, pria itu sudah dikenal hebat karena memiliki perusahaan besar di bidang penulisan. Namun, bagaimana dengan dirnya yang hanya pendatang baru? Gadis itu jelas sedang ingin menunjukkan potensi dalam diri bukan karena memiliki tujuan lain, hanya mencoba mengimbangi ke

