Pernikahan.

1948 Kata

"Kau yakin mengatakan itu pada Iris? Bukankah dia satu-satunya temanmu? " Tanya Sakira. Dia masih memandang ke arah wanita tadi yang keluar dengan marah. "Yah, dia memang temanku. Tapi disaat ia mulai menyerangmu dengan kata-katanya, itu tidak lagi menjadikannya temanku. " Sakira terdiam. Jelas dia tidak enak hati. Saka menangkap rasa tidak nyaman pada diri Sakira. "Kau salah jika aku memutuskan hubungan dengan Iris hanya karena pertengkaran kalian. Aku memutuskan hubungan dengan Iris karena dia tidak lagi memahami ku sebagai teman. Aku sudah menceritakan betapa beartinya dirimu padanya tapi dia tetap menyerangmu dengan kata-kata yang bermakna ganda. " Sakira mendesah. "Baiklah. Aku mengerti. Ini memang resiko memiliki kekasih tampan dan kaya. " Gerutuan Sakura disambut kekehan dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN