Malu

1400 Kata

Ketengangan telah berlalu. Panglima Minak tak segan mempersilakan para tamu mengambil kembali tempat duduk. Dia memang lega karena Ratu langit menghilang, tapi kehadiran dua penguasa langit tidak membuat kondisi menjadi riang. "Apa yang kalian tunggu, ayo kita lanjutkan perjamuan. " Meski dengan senyum palsu, ia mempersilahkan para tamu bersenang-senang. 'Mana mungkin kami bisa bersenang-senang, ' batin mereka semua. Panglima Minak juga mengintruksikan para bidadari kembali menari meliuk serta menghibur para tamu dengan tubuh lemah gemulai. Kemudian para dayang dengan sigap berjajar menyediakan arak sebagai pelengkap kesenangan ke setiap tamu. Lalu hidangan ambrosia dan buah persik yang tumbuh di langit turut bergabung di atas meja para tamu terhormat tersebut. Dalam sekejap, jamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN