Mengetahui bahwa diriku akan memiliki status baru dan mulai harus hidup mandiri maka aku kembali berusaha untuk menghubungi beberapa teman-teman dan orang-orang yang pernah kukenal di masa lalu, kuhubungi mereka untuk bertanya apakah aku punya kesempatan untuk ikut bergabung di tempat mereka bekerja atau mungkin beberapa teman bisa membantuku mendapatkan peluang untuk mencari nafkah. Kudapati nomor telepon Irma seorang teman masa sekolah yang merupakan pengusaha butik dan resto dari sahabatku Eva, kutelpon nomornya, kami saling menyapa, bercerita lalu aku memintanya untuk memberiku kesempatan bekerja. Gayung bersambut, temanku yang cukup baik itu kebetulan sedang mencari seseorang yang bisa mengawasi cabang toko yang baru dibuka miliknya. "Kamu bisa kan bantu aku untuk mengawasi buti

