Merasa bahwa perbuatan yang sudah direkam kamera CCTV akhirnya seluruh anggota keluarga Intan menjauh dari rumahku. Tapi sebelum mereka benar-benar pergi salah satu kakaknya yang tadi bicara denganku kembali mengancam. "Kau sudah menghancurkan muka adikku, lihat saja bagaimana pembalasan kami nanti." "Hanya sedikit lebam tak masalah, ganjaran dari merebut suami orang dan menyakiti anak-anakku." "Kurang ajar," ucapnya lagi. "Aku hanya membalas perbuatan adikmu," balasku sambil melipat tangan di d**a. Melihat mereka pergi tanpa mengatakan apa-apa aku hanya bisa tertawa, kututup kembali gerbang sambil menghela nafas selalu pergi membersihkan diriku dan anakku. Kurasa dalam hidup ini kita terlalu banyak ketakutan dan khawatir, tadi aku juga begitu saat keluarga intan datang, aku sangat bi

