"Wan, lo emang niat buat bikin semua orang tahu ya soal kita?" Dengan kerutan yang terlihat jelas di keningnya, Awan menoleh pada gadis yang beberapa saat lalu resmi menjadi kekasihnya. Gadis itu masih sedikit berpeluh usai memenangkan lomba lari tadi, dan sesaat lagi akan ikut dalam semi final. "Memangnya saya kenapa?" Tanya Awan bingung. Rindang kemudian berdecak, memalingkan wajah sebelum kemudian mengangkat tautan tangannya dengan Awan. "Lo dari tadi enggak lepasin tangan kita, masih untung dari tadi enggak ada yang notice karena terlalu sibuk sama pertandingan. Tapi kalau lebih lama lagi, yang ada semua orang bakal langsung tahu," ujar gadis itu dengan nada jengah. Awan menatap genggaman tangan mereka, kemudian menyengir lebar dengan sendirinya. "Hehe saya enggak nyangka kalau

