Hal yang membuat Awan merasa enggan datang ke pesta ini semenjak awal adalah karena dia tahu bagaimana pun caranya, Permata akan menjadikan dirinya sebagai pendamping gadis itu. Padahal alasan Awan datang hanya karena tidak ingin melukia Permata, dan juga untuk memastikan jika Rindang akan baik-baik saja. Gadis yang sesaat lalu dia kirimi pesan itu belum juga terlihat ada dimana-mana, bahkan pesannya belum juga terbalas. "Sayang banget orang tua aku enggak ada, kalau ada kan aku mau kenalin kamu ke mereka." Awan mengerutkan kening sesaat mendengar ucapan Permata. Mengenalkan dirinya pada orang tua gadis itu? Untuk apa? "Wah, emang ya pasangan jurusan kita ini. Levelnya udah bukan pacaran biasa tapi malah udah mau dikenalin ke orang tua." Perhatian Awan kemudian teralih pada Satria yan

