EPILOG

1669 Kata

Sepanjang jalan Rindang tidak berhenti untuk mencoba menghubungi Langit yang sesaat lalu memberi kabar padanya tentang kondisi Awan, namun usahanya tidak berhasil. Sebanyak apapun dirinya mencoba menghubungi nomor pria itu, namun Langit tidak juga mengangkat panggilannya. Rindang semakin cemas, berbagai macam prasangka buruk sudah mampir ke kepalanya. Dia merasakan ketakutan yang mencekam dirinya dengan begitu kuat, hingga rasanya dia sendiri mengalami kesulitan bernapas. "Kamu harus tenang, jangan mikir yang enggak-enggak dulu. Menurunnya kondisi seseorang yang mengalami koma lebih dari dua tahun, itu bukan hal yang aneh. Jadi belum tentu kalau Awan kenapa-kenapa." Mendengar ucapan dari Vadia, Rindang mengangguk pelan. Dia mulai berusaha meyakinkan dirinya kembali jika Awan memang dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN