Awan panik saat melihat Rindang yang keluar dari perpustakaan dengan amarah meluap. Secepat mungkin dia langsung menaruh kembali buku yang tadi dia ambil, lalu mengejar langkah Rindang. Dia tidak ingin kalau sampai Rindang sudah lebih dulu pergi dengan mobilnya, dia tidak ingin hubungannya dan gadis itu hanya sampai disini saja. Maka saat dia melihat Rindang yang membuka pintu kemudi dengan buru-buru, Awan langsung dengan cepat membuka pintu di sisi penumpang dan ikut masuk. Gadis itu menatapnya dengan tajam, "Keluar lo!" Tapi Awan bergeming, dia malah duduk menghadap Rindang, mencoba mengambil tangan gadis itu yang kemudian malah ditepis kasar. "Aku enggak sakit separah itu walaupun itu kanker, Rin. Aku bisa jelasin ke kamu, kamu juga bisa lihat di gugel, bahkan kalau kamu masih engga

