Ridang sadar betul jika dirinya salah bicara ketika melihat raut wajah awan yang tampak terluka, namun dia kehilangan momen untuk menarik kembali ucapannya. Awan yang terluka sudah memutuskan untuk pergi tanpa mau mendengar penjelasannya, dan Rindang tidak memiliki keberanian untuk bertindak lebih dari sekedar berdiri dan melihat pria itu berjalan menjauh dengan sepeda motornya hingga tidak terlihat lagi. Dia menghela napas berat, ikut berbalik dan berjalan dengan lesu menuju ke arah sepedanya. Padahal dia tidak ingin memiliki hubungan yang buruk dengan Awan sekalipun dia tidak bisa membalas perasaan pria itu. Terdengar egois, namun Rindang sangat menghargai Awan yang selama ini berbuat baik padanya walau Rindang kerap kali berlaku ketus pada pria itu. Mungkin besok dia akan bisa langsun

