Tio,
Tio berjalan menyusuri hutan dengan memegang senjata,
melirik jam tangannya ternyata saat ini sudah hampir senja Tio terpaksa membatalkan pencarian yang sudah memakan sedikit waktunya.
" yuni, paman benar-benar minta maaf telah kasar pada kamu! aku tidak seharusnya melakukan itu, besok paman akan kesini lagi untuk menemukan dirimu "
Tio berbicara sendiri dengan nadanya seolah yuni sudah tidak ada lagi di dunia ini,
lelaki ini sangat terobsesi dengan yuni,
dia kadang merasa dirinya sedang sakit tapi dia cepat menepis perasaan itu, Tio hanya beranggapan bahwa dirinya masih belum dapat melupakan alisa,
***
di perjalanan pulang Tio melihat seorang lelaki tidak jauh dari tempat ia berdiri,
lelaki itu mungkin sedang memakan sesuatu hanya saja tidak berselang lama pemuda itu berubah menjadi serigala,
seketika Tio terbelalak karena itu,
tanpa sadar dia menaikan senjata yang ia pegang dan langsung membidik pada serigala yang akan pergi tadi,
bruk,
tembakannya sedikit meleset dan hanya mengenai kaki serigala itu,
Tio ingin mengulangi lagi membidik nya namun serigala itu meski sudah terluka tapi masih mampu kabur dari sana,
setelah beberapa menit dari kejauhan terdengar suara lolongan serigala,
" kamu beruntung sekarang, hanya saja kamu tidak akan bertahan lama pelurunya sudah ku olesi dengan racun, haha.. tapi tunggu dulu, tenyata ada manusia serigala? mengapa aku tidak menyadari ini? "
Tio pulang ke rumahnya yang di kota dengan mengendarai mobil jip miliknya,
mobil itu sudah sangat tua tapi karena dia masih sayang pada mobilnya, maka hanya membawanya ke bengkel jika rusak.
Tio masih setengah sadar karena perubahan yang ia saksikan tadi,
" ini sangat menarik, aku harus menemui tuanku, " gumam Tio.
" tuanku"
adalah ayah angkat kedua Tio setelah ayah alisa,
karena mendengar kenyataan bahwa dia tidak memiliki ayah kandung, Tio berubah menjadi lelaki agresif dan juga sangat licik.
entah siapa nama asli dari ayah angkat Tio itu tapi bagi Tio itu tidaklah penting, dia hanya ingin agar tujuannya tercapai baginya sudah sangat beruntung.
tuanku bisa di bilang adalah seorang penyihir,
tapi beberapa tahun lalu dia hampir mati di terjang oleh ayah rayen, itu membuat sebagian besar ilmu yang ia miliki hilang,
karena dia seorang penyihir maka orang di kota itu tak ada yang ingin menikahkan anaknya dengan lelaki itu, sehingga dia tidak memiliki penerus,
Tio yang mengetahui itu mengambil kesempatan, Tio ingin menguasai semua apa yang di miliki tuanku,
tentu tidak mudah bagi Tio takut dia hanya akan menerima kegagalan, hingga butuh beberapa tahun untuk meyakinkan tuanku agar mau di angkat oleh anak olehnya.
" tuaku, aku datang berkunjung" Tio langsung menuju halaman rumah tuanku saat tiba, di sana tuanku sedang memberi makan kuda dan beberapa ekor babi yang ia miliki,
" apa yang kamu bawa untuk,? " tanya tuanku pada Tio tanpa menoleh,
" aku membawakan ini untukmu" jawab Tio sambil memberikan apa yang ia bawa,
kulit serigala dan juga beberapa tanduk rusa yang sudah dewasa,
melihat itu tuanku tampak senang tapi tidak menunjukkan ekspresinya karena menjaga citranya,
" katakan apa yang kamu mau" ! tanya tuanku langsung menyambar pemberian Tio,
" apakah tuanku tahu jika di dalam hutan bukan hanya binatang seperti serigala, melainkan manusia serigala juga ada"? tanya Tio,
" haha, anak muda ternyata kamu sangat lambat dalam memahami sesuatu,
aku tidak memberitahu kepada kamu tentang manusia serigala karena aku kira kamu sudah mengetahuinya saat berburu di hutan? tenyata aku salah,
Tio kamu perlu belajar lebih mendalam lagi untuk ini"
jawab tuanku pada Tio,
kalimat itu jelas menyindir tentang kebodohan Tio karena sangat lambat mengetahuinya.
" benarkah, jika begitu aku benaran sangat lambat, tapi bisakah kamu membangun aku? aku ingin menangkap manusia serigala itu dalam bentuk manusia tapi beri aku sesuatu agar aku bisa mengetahui mana manusia dan mana serigala"
pungkas Tio pada tuanku,
mendengar itu tuanku langsung masuk kedalam rumah dan keluar dengan membawa sesuatu.