Lucu ya, ngga ada prolog tapi ada epilog. Wkwwkk suka suka saya dong **** Amelia itu … manis. Menikah dengan Amel, tidak pernah ada dalam kamusku dulu. Dulu banget loh. Aku terpaksa menerima usul Mamih untuk menikah dengannya, karena … kenapa nggak? Aku kenal Amel dari kecil walaupun beberapa tahun nggak pernah ketemu dia lagi. Sekalinya ketemu, dia yang dulunya masih remaja berseragam SMP sekarang tumbuh jadi cewek dewasa meskipun kadang kelakuannya seperti anak kecil yang ngegemesin. Aku ingat banget pas pertama kali kami dipertemukan kembali untuk perjodohan. "Loh, Mas Adam?" Amel menatapku kaget begitu aku dan Mamih mendatangi rumahnya. Ia kemudian berpaling memandang Mamih yang tersenyum kepadanya. Aku menegakkan tubuh, melewati Amel yang nampaknya masih tercengang dengan ke
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


