ARFAN

1859 Kata

Arfan tak sengaja melihat zen, membuat arfan inginkan zen lagi sebagai pewarisnya. Arfan menunggu zen pulang sekolah. Arfan gak mungkin datang menemui zen di rumah zefran. Shayrin pasti akan melarangnya. "Zen."Panggil arfan. Zen yang sedang berjalan menuju parkiran dengan zeus pun berhenti. "Om, tumben."ujar zeus yang heran ada arfan, biasanya acara keluarga aja gak dateng. "Gue mau ngomong bedua sama zen, loe pergi dulu gikh."Arfan mengusir zeus. "Ze loe sini aja."ucap zen melarang zeus pergi karna zen malah ngobrol berdua dengan arfan. "Udah kak, ze tunggu di halte depan aja. Yang deket warung itu."balas zeus meninggalkan arfan dan zen berdua. "Mau apa lagi sih?"tanya zen saat zeus udah pergi. "Loe ikut papah, tinggal bareng papah."ucap arfan. "Gue udah ikut papah dan gue juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN