BAB 20

1690 Kata

Semenjak Radit menghancurkan hidupnya, Athena menjadi sering diam. Semangat hidupnya berangsur melemah. Hari-harinya diisi di dalam kamar. Athena tidak pernah keluar kecuali untuk makan. Tok tok tok "Non, hayuk sarapan. Tuan sudah pulang dan meminta Non Athena turun," ucap Bi Eneng dari luar kamar  Athena. Athena yang duduk termenung di dalam kamarnya segera tersadar. Ada rasa bahagia mendengar ucapan Bi Eneng. Dengan gerakan cepat Athena membuka pintu kamar dan melangkah menuju ruang makan. William baru saja sampai pagi ini sedang duduk sambil membaca koran paginya, dengan kacamata bertengger. William melipat koran dan meletakannya ketika melihat Athena sudah bergabung di ruang makan. Keheningan terjadi, hanya denting sendok dan garpu menemani sarapan pagi mereka. Dengan nasi goreng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN