BAB 9

1311 Kata
Disinilah Athena sekarang, di dalam kamar Arka setelah memohon kepada Sakti. Dengan terpaksa Sakti mengijinkannya masuk dan membuat Arka jengkel. "Arka, maaf" lirih Athena berdiri di hadapan Arka yang sedang duduk diatas ranjangnya. "Hem," Sakti mengerti isyarat dehaman Arka segera keluar meninggalkan Athena dan Arka berdua di dalam kamar. "Arka" panggil Athena. "Apa?" tanya Arka dingin. "Aku minta maaf, aku tidak tahu kalau kamu-" "Sudah, lebih baik kamu pergi dari kamarku sekarang," potong Arka dingin. "Tidak mau. Aku bukan cuma ingin meminta maaf. Aku juga ingin berterima kasih, kalau kamu tidak cepat buku-buku itu sudah pasti menimpa kepalaku," ucap Athena. "Lalu?" tanya Arka datar. "Ini bedak dari Bu Dora," jawab Athena memberikan bedaknya. "Letakkan saja disana. Dan keluarlah segera," ucap Arka ketus. Malam hari Radit sudah menghubungi Athena. Radit sudah menunggu Athena di depan gerbang. Karena tidak mungkin Radit menjemput Athena ke dalam asrama. Kalian pasti tahu Radit adalah kakak Jessy pasti akan membuat curiga guru-guru kalau Radit menjemput Athena. Setelah mengarang bebas, akhirnya Athena berhasil keluar dari asrama tanpa dicurigai. Athena segera melangkah menuju mobil Radit. Tanpa Athena sadar Arka memperhatikannya keluar, sayangnya Arka tidak tahu kalau yang menjemput Athena adalah Radit. "Kita akan makan malam," ucap Radit sambil melajukan mobilnya meninggalkan asrama. "Oke," jawab Athena datar. Tidak perlu waktu lama. Mereka sudah sampai di salah satu restoran khas makanan Eropa. Radit juga tanpa sadar mengajak Athena pergi ke tempat ini. Athena sangat senang sekali. Walau rasa masakannya tidak selezat makanan di daerah aslinya yang terpenting rasa rindu kampung halamannya terobati. Athena makan dengan lahap sekali. Radit yang melihatnya sedikit tersenyum. "Apa selama diasrama kamu tidak pernah makan?" tanya Radit membuka pembicaraan. "Bukan itu. Mas Radit tahukan kalau aku sangat merindukan Nenek. Aku sangat rindu Alpen. Sudah hampir dua bulan sejak aku ke Indonesia aku tidak pernah kembali," tanpa sadar Athena mengatakannya. Tentu saja Radit bingung dengan penjelasan Athena. Saat Athena tersadar akan ucapannya, Athena menghentikan aktivitas makannya dan menutup mulutnya. Di tambah saat Athena melihat ke depan ada William sedang makan malam bersama rekan bisnisnya. "Mas Radit, ayo kita pergi," ajak Athena memelankan suaranya dan menundukkan wajahnya. "Makananmu belum habis," ucap Radit piring Athena masih tersisa makanannya. "Mas Radit, ayo," ajak Athena menarik tangan Radit. Radit yang curiga menatap ke depan.  Dia semakin bingung padahal di depan ada William kenapa Athena begitu takut. Karena yang Radit tahu William sangat menyayangi anaknya. Athena semakin menarik tangan Radit, sehingga tanpa sengaja menabrak pelayan yang sedang membawa makanan. Semua orang yang berada di dalam restourant menatap keributan kecil yang Athena buat. Begitu juga dengan William. Athena yang tahu William menatap padanya langsung terkejut. Dengan cepat dia memeluk Radit dan memunggungi William agar William tidak bisa melihat wajahnya. "Mas Radit, please bawa aku keluar dari sini," lirih Athena. Radit yang mendapat serangan tiba-tiba dari Athena tercengang. Tangannya mengusap punggung Athena. Lagi-lagi ada yang aneh di dalam dirinya saat Athena memeluknya lagi. "Maafkan pacar saya. Ini untuk ganti rugi semuanya," ucap Radit kepada pelayan itu. Setelah itu Radit membawa Athena keluar dari Restorant tanpa William tahu bahwa wanita yang di bawa Radit adalah Athena anaknya. Tadi Willam sempat terkejut, dia mengira kalau itu adalah Athena. Tetapi William berpikir tidak mungkin Athena keluar dari asrama dengan pria lain. "Kenapa kamu takut sekali bertemu dengan Papamu?" tanya Radit saat mereka sudah di dalam mobil. "E...eng.. Tidak, bukan itu," jawab Athena gugup. "Oh, baiklah. Aku akan menemui William dan mengatakan aku sedang bersama putri kesayangannya," ucap Radit santai hendak membuka pintu mobil. "Jangan," ucap Athena menarik tangan Radit. "Katakan, ada apa?" tanya Radit semakin penasaran. "Ka.. Karena Papa akan semakin membenciku," lirih Athena tertunduk. "Membenci?" tanya Radit pelan. Radit semakin tidak mengerti apa yang terjadi. Radit memberanikan dirinya mengusap kepala Athena. Melihat Athena menangis hatinya seakan ikut merasa sedih. Radit pun memeluk Athena dan mengusap punggung Athena. "Sudah jangan menangis," "Mas Radit harus janji tidak akan memberitahu Papa," ucap Athena yang masih menyembunyikan wajahnya di d**a bidang Radit. "Aku janji," "Terima kasih," Malam semakin larut, Radit pun mengantarkan Athena kembali ke asrama. Radit semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada Athena dan William. Hatinya pun tergerak untuk mencari tahu semua itu dengan meminta Agus orang kepercayaannya. Untuk kedua kalinya Athena dipanggil Bu Tiara. Baru sebulan dia tinggal di asrama sudah dua kali Bu Tiara memanggilnya. Athena sudah tahu apa yang akan Bu Tiara bicarakan, sudah pasti masalah nilainya dipelajaran Bu Tiara. "Aleah, Ibu dengan berat hati akan mengirimkan surat kepada Pak William," ucap Bu Tiara dengan nada pelan. Athena sangat terkejut. Mukanya berubah pucat. Ya, Athena takut dan sangat takut jika William mengetahui Athena membuat nilai Aleah memburuk. Athena yakin William akan sangat marah. "Bu, jangan beritahu Papa. Aku tidak ingin membuat Papa kecewa," lirih Athena. "Ibu juga bingung. Kamu seperti bukan Aleah yang biasanya. Ibu sudah banyak mendengar kamu sekarang tidak pendiam lagi. Bagi Ibu tidak masalah yang terpenting kamu bisa bersosialisasi dengan siswa-siswi di asrama. Tapi untuk nilai Ibu sedikit kecewa. Apa Ibu salah saat mengajarkannya padamu?" "Ibu tidak salah. Hanya saja (aku bukan Aleah yang pintar dalam pelajaran Ibu)," "Hanya saja?" Bu Tiara menunggu lanjutan dari Athena. "Bu saya janji akan berusaha lagi," mohon Athena. "Baiklah, kalau begitu kamu bisa bergabung dengan club Math. Kamu bisa pilih ingin ikut dengan siapa Club Arka atau Club Jessy," saran terakhir dari Bu Tiara. Athena menatap Bu Tiara. Adakah saran yang lain selain ikut bergabung dengan dua manusia itu. Athena semakin bingung mana yang harus dia pilih? "Athena, itu saran terakhir Ibu. Kalau kamu tidak ingin bergabung Ibu terpaksa mengirim surat ini," "Jangan Bu. Sa.. Saya akan ikut Club itu," lirih Athena terpaksa. "Club siapa Arka atau Jessy? Oh ya, Kelly dan Jojo bergabung di klub Arka. Kamu ingin bergabung bersama mereka?" tawar Bu Tiara. "Bisakah Ibu saja yang privat aku? Sejujurnya aku tidak yakin jika bergabung bersama dua manusia itu," batin Athena sedih. Sore hari ini Bu Tiara mengantar Athena menuju ruangan dimana tempat siswa dan siswi berkumpul untuk membahas soal Matematika. Saat Bu Tiara masuk bersama Athena, semua yang berada di ruangan sedikit terkejut, apalagi saat Bu Tiara mengatakan Athena bergabung bersama Club Arka. Sepeninggalan Bu Tiara Athena ikut bergabung bersama Kelly dan Jojo. Mereka semua duduk melingkar terlihat Arka sedang menjelaskan cara mengerjakan salah satu soal. Sepertinya Athena belum bisa bernafas lega, karena Doni salah satu teman Arka meminta Athena mengambilkan minum untuk 10 siswa dan siswi yang berada disini. Athena melangkah kembali setelah mengambil minuman dingin. Saat Athena melewati satu ruangan yang ternyata itu adalah ruangan Jessy, tiba-tiba dia terpeleset. Kantung plastik berisi minuman itu jatuh dan ada beberapa minuman yang tumpah. "Hahaha," terdengar suara para wanita tertawa. Athena bangun dia tahu suara siapa itu, sudah pasti Jessy dan teman-temannya. Saat Athena hendak membuka pintu ruangan dimana Jessy dan teman-temannya berada sebuah tangan menariknya. "Kau ingin belajar atau berkelahi disini?" tanya orang itu datar. "Arka," ucap Jessy tak percaya dari balik pintu dan segera keluar. "Baby, kamu ingin menemuiku ya," ucap Jessy dengan nada manja. Athena yang mendengarnya hanya membuang muka sambil mencibir. Tanpa Athena dan Arka sadari, Arka belum melepas pegangan tangannya dari tangan Athena. "Lepas. Baby, kamu jangan dekat-dekat sama 'cepu' alias cewek cupu. Kamu tahukan dia pernah sengaja membuat cardiganku sebagai kain lap," ucap Jessy melepaskan tangan Arka dari Athena dan bergelayutan di lengan Arka. "Siapa suruh kamu meletakkan permen karet dibangkunya" ucap Arka datar. Setelah itu Arka kembali menarik tangan Athena dan berlalu pergi. Jessy hampir membuka lebar mulutnya. Dia kesal sekali apalagi saat Athena membalikan wajah sambil menjulurkan lidahnya mengejek Jessy. Arka terus menarik Athena sampai masuk ke ruangan club mereka. Ternyata ruangan itu sudah kosong dan sangat berantakan sekali. "Tugasmu membersihkan ruangan ini sampai bersih," titah Arka melepaskan tangannya dari tangan Athena. "Hah?" Tanpa banyak bicara Arka memberikan sapu ke tangan Athena. Dengan terpaksa Athena membersihkan ruangan ini. Padahal dia sama sekali belum belajar disini. "Sial keluar dari sarang buaya, masuk ke kandang macan," umpat Athena pelan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN