Jika menuruti suara hatinya, setiap kali bertemu Zaara, Delisha ingin sekali memeluk dan menciuminya penuh kerinduan sebagaimana Zaara adalah Veer, anaknya. Namun, jika ia melakukan itu, Veer akan menganggapnya gila dan hubungan mereka akan terasa aneh. Ah, kenapa aku menjadi sensitif terhadap hal-hal sepele seperti ini? batin Delisha saat ia menuju laboratorium untuk pengambilan darah. Selasar sepi dan tidak ada seorang pun terlihat. Ia sering ke rumah sakit itu sehingga sudah familier dengan tempat dan orang-orangnya. Jadi, penampakan atau hawa apa pun tidak mengganggunya lagi. Tiba di laboratorium, petugas di sana mengambil darahnya sampai terisi penuh beberapa tabung, kemudian memproses sampel tersebut. Tak lupa petugas menginformasikan pengambilan hasilnya. "Hasilnya akan selesai

