18

672 Kata

Riana duduk sambil menopang kepalanya dengan tangan kanan di atas meja makan. Dia memperhatikan laki-laki yang tengah berkonsentrasi menggoreng ayam sejak beberapa menit yang lalu. Sesekali dia juga menahan tawa karena melihat aksi Dion saat memasak yang menurutnya lucu. "Udah selesai belum? Aku lapar." Riana terus mengarahkan pandangan pada sosok yang tampak sedikit kesal sebab kegiatan memasaknya terganggu. "Masih digoreng, kalau egak sabar nunggu sana makan ayam yang masih mentah aja," rengut Dion sebal. Riana masih berusaha menahan tawanya. "Sayang, kok papa jadi kasar gitu sih? Jelek banget wajahnya kalau marah. Kita gak usah makan aja ya, Nak." Riana pura-pura sedih mendengar ucapan suaminya. "Maaf, Sayang, enggak sengaja. Aku lagi kebingungan cara mastiin ayamnya udah matang ata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN