Namun, dua detik berikutnya senyum lebar telah tercetak di wajah pria utu. Saking merasa gemas, dengan secepat kilat Dion mengambil alih sang putra dari pangkuan Riana. "Papa jelek!" seru Andra sesaat setelah berada di atas pangkuan sang ayah. "Walau Papa jelek. Tapi, Papa tetep aja ayahnya Andra 'kan?" Kali ini Dion ikut-ikutan memeletkan lidah. Dia juga menggelitik perut putranya. Sehingga menimbulkan tawa Andra. Dion pun terkikik. Rasa bahagia senantiasa menghampirinya, meski hanya dengan interaksi dan candaan yang terbilang sederhana. Riana turut merasakan kebahagiaan melihat dua orang yang begitu memiliki arti penting baginya tengah tertawa lepas bersama. Mengingat hari semakin sore. Riana segera bangkit dari sofa. Kemudian, melangkah menuju dapur untuk memasak menu makan malam. M
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


