Suara dari hak sepatu boots yang dikenakan Erika bertemu dengan lantai menghasilkan suara langkah kaki yang terkesan terburu-buru menaiki lift, melewati lorong-lorong hingga beberapa ruangan yang tengah diisi oleh orang-orang yang masih sibuk bekerja. Di balik kacamata hitam yang selalu menjadi andalan untuk melengkapi penampilannya yang stylist itu bisa dilihat pupilnya membesar bahkan ia hanya sesekali berkedip pertanda bahwa ia sedang tidak baik-baik saja seperti suasana hatinya. Erika mendongakkan kepalanya saat berada di depan pintu untuk melihat tulisan di atas pintu tentang keterangan ruangan apa yang berada di hadapannya kini untuk memastikan bahwa ia tidak salah masuk ruangan. Saat dirasa sudah benar, Erika langsung membuka pintu dan melangkah masuk. Matanya yang bak seekor elang

