Chapter 22

1807 Kata

Baru saja Julian membuka pintu apartemennya, tubuhnya terhuyung ke belakang karena serangan mendadak oleh Erika. Kalau saja tubuhnya tidak cukup kuat, mungkin sudah bisa dipastikan bahwa tubuhnya akan berakhir tersungkur ke lantai. Namun untungnya Julian masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya hingga hanya tersudut ke tembok. Gadis ini ternyata tidak pernah main-main dengan ucapannya. Ia bahkan kini benar-benar menghujami Julian dengan ciuman di bibirnya seolah benar-benar ingin menghapus jejak ciuman Julian bersama Yuna saat dalam proses syuting tadi. Seharusnya gadis itu tidak perlu melakukan hal ini karena sejujurnya Julian bahkan sudah lupa rasanya. Ia bahkan tadi hanya melakukannya ecara profesional saja. Tidak menikmati sama sekali. Namun siapa yang bisa menghentika gadis ini? bahk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN