"Eri..." ucapan Arin menggantung saat baru saja memasuki kamar Erika berniat untuk membangunkan Erika seperti biasanya. Ia tidak melanjutkan ucapannya karena ternyata Erika sudah bangun. Ia bahkan terlihat sudah sangat rapi dan terlihat berhias di depan cermin. "Wah apa kebaikan yang aku lakukan kemarin hingga aku mendapat balasan seperti ini. Melihatmu sudah bangun tanpa aku bangunkan, benar-benar keajaiban," kata Arin takjub, melangkah memasuki kamar Erika dengan mendekati wanita cantik yang tengah memberi sentuhan terakhir pada bibirnya. Erika hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan Arin yang sangat berlebihan. "Ah aku sangat senang melihat kau bersemangat seperti ini untuk bekerja," kata Arin lagi dengan senyum sumringah yang tidak pudar. Sepertinya Erika sudah menyadari k

