"Erika..." "Erika..." "Erika... Bangunlah..." "Aishhh... kenapa kau dan Arin sama saja Julian? kenapa kalian tidak pernah memberiku ketenangan untuk tidur," racau Erika. Ia merasa sangat terusik dengan panggilan Julian. Julian bahkan juga menggoyang-goyangkan tubuhnya persis seperti yang dilakukan Arin dan itu benar-benar mengusiknya. "Bangunlah Queen, kau harus lihat ini." Erika berdecak kesal, jika Julian sudah memanggilnya seperti itu, ia tidak bisa menolak. Erika bangkit dari posisinya dan duduk menyandar pada kepala ranjang untuk menopang tubuhnya yang masih belum sadar sempurna. Erika mengambil ponsel Julian yang ia sodrokan pada Erika. Erika mengusap-usap matanya sejenak agar bisa membacanya dengan jelas. Ternyata Julian memperlihatkan sebuah artikel. Erika merasa pernah berada

