*** Apartemen mewah menjadi tempat di mana Fajri berada. Lelaki itu baru saja menutup panggilan telepon dengan Zion, teman yang dulu akrab dengannya. Fajri mendesah berat. Sejujurnya, ia menyesali apa yang pernah terjadi antara dirinya, Zion dan Sera. Andai beberapa bulan yang lalu ia cepat menyadari perasaannya ini, mungkin hubungannya dengan Sera dan Zion masih baik-baik saja. Namun, apalah daya, dirinya terlambat menyadari bahwa sebenarnya ia mencintai Sera. Kini, sudah saatnya ia memperbaiki semuanya. Fajri tak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya. Tak ingin ia Sera menjadi milik lelaki lain. Bahkan, ia tak bisa membiarkan Sera menjadi milik Zion. Tak masalah bagi Fajri meski harus bersaing dengan temannya itu, asalkan Sera memiliki perasaan yang sama seperti yang dirinya milik

