Pov : Feri Kabar kehamilan Arin benar-benar membuat ibu berubah. Dia mulai perhatian pada Arin soal asupan makanan hariannya. Ibu pun sering mengingatkan Arin soal kesehatan dan istirahatnya. "Masih mual-mual, Rin?" tanyaku pada Arin yang baru ke luar dari kamar mandi. Dia terlihat begitu lemas. "Kalau nggak mau makan nasi, aku bikinkan s**u aja gimana? Atau roti tawar selai kacang? Dipanggang aja mau?" Aku mulai cemas melihat Arin tak makan apa-apa dari pagi. Dia bolak-balik kamar mandi berulang kali. Bahkan air putih pun sering dia keluarkan lagi. "Mas, mau lah bikin roti panggang selai nanas aja, ya? Nggak usah banyak-banyak takut nggak abis, mubadzir. Lagipula kamu juga nggak suka selai nanas," pinta Arina kemudian. Aku pun mengangguk pelan. Kubaringkan Arina di atas ranjang

