Bab 17 Dasar Benalu

1512 Kata

Tiga hari Mbak Vina dan anaknya di rumah ini cukup membuatku pusing kepala. Tapi tak apa lah karena kemarin mereka sudah pulang. Setidaknya hidupku kembali normal. Berjalan seperti biasanya meski masih saja mendengar sindiran dan omelan ibu. Tapi kini tak terlalu memperburuk moodku. Aku muali bisa menghadapi omelannya dengan caraku sendiri. "Mas, tabungan kamu sebenarnya sudah ada berapa? Kalau sudah cukup, buat beli rumah saja dulu. Makin tahun properti makin naik, Mas. Rumah kan termasuk kebutuhan primer, jadi sebisa mungkin harus punya," ucapku pada Mas Feri yang masih sibuk dengan gadgetnya. "InsyaAllah tiga bulanan lagi sudah cukup lah, Rin. Nanti aku juga ajak kamu buat lihat-lihat rumahnya kalau dana sudah cukup," balas Mas Feri lagi, tanpa mengalihkan pandangannya ke arahku. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN