Bab 46 Depresi

1627 Kata

Pov : Vina "Astaghfirullah, Fian ... tadi kamu demam. Sekarang malah muntah-muntah. Nggak bisa dibiarin ini. Mama antar ke klinik sekarang, ya?" ucapku begitu gugup saat melihat Fian muntah di lantai kamarnya. Aku mulai panik. Kulihat Arin berdiri di samping pintu kamar yang memang terbuka lebar. Entah mau apa dia di sana. Ah, aku tak peduli. Tiap kali melihat dia rasanya emosiku makin meninggi. Gara-gara dia juga kemarin aku mendapatkan omelan Feri. Aku buru-buru lari ke luar kamar, meninggalkan Arin begitu saja di samping pintu kamar Fano dan Fian. Dia terlihat kebingungan namun tak melayangkan pertanyaan apa pun. Diam membisu di ambang pintu tanpa pernah kutahu apa maunya perempuan itu. "Fer! Feri! Gendong Fian, kita ke klinik sekarang!" Perintahku kemudian. Feri yang masih asyik n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN