Bab 31 Terbakar Sendiri

1610 Kata

Pov : Vina |Alhamdulillah, bisa berlibur juga akhirnya.| Status Arina dengan fotonya di depan Monas benar-benar membuatku panas. Dia enak jalan-jalan, sementara aku di rumah kerepotan. Meski baju-baju ibu di laundry tetap saja ribet. Aku harus masak, ngurusin dua bocah, ngepel, nyuci piring, antar jemput Fano sekolah TK ditambah ibu yang selama Arin nggak ada sering minta makanan aneh-aneh. Seharusnya ibu bersyukur aku mau ribet masakin ini itu sesuai permintaannya. Bukannya berterima kasih malah bilang masakanku tak seenak masakan Arina segala. Menyebalkan bukan? "Masak apa, Vin?" tanya ibu singkat saat aku sibuk menumis kacang panjang dengan campuran tahu. Ibu melongok ke panci begitu saja lalu mundur ke belakang. Perlahan duduk di kursi makan sambil memijit lengannya sendiri. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN